Header Ads Widget 728X90


 

Isu Penutupan Dapur SPPG Mencuat, Kabid Kesmas Dinkes Batu Bara “Buang Badan” Saat Dikonfirmasi

 Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, dr B, seolah - olah buang badan, hanya menyampaikan alasan sedang mengikuti rapat dan tidak memberikan keterangan lebih lanjut, terkait isu Khabar penututupan Dapur SPPG.

Batu Bara, Ucup News.com

Isu penutupan sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Batu Bara memicu tanda tanya publik, namun alih - alih memberikan penjelasan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Batu Bara justru terkesan menghindar saat dimintai klarifikasi oleh wartawan.

Saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, dr B, seolah - olah buang badan, hanya menyampaikan alasan sedang mengikuti rapat dan tidak memberikan keterangan lebih lanjut, Senin (9/3/2026).

Upaya konfirmasi tidak berhenti di situ, Wartawan bahkan mendatangi langsung Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara guna memperoleh penjelasan resmi terkait isu penutupan dapur SPPG di daerah tersebut, namun langkah itu juga tidak membuahkan hasil.

Tidak ada pejabat yang bersedia memberikan keterangan jelas mengenai kabar yang kini mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Wartawan kemudian kembali mencoba menghubungi Kabid Kesmas melalui pesan WhatsApp, meski pesan telah terbaca, hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan memilih bungkam.

Sikap tertutup tersebut mendapat sorotan dari Pengurus Forum Media Masyarakat Independen Bersinergi (Formasib), Yus. Ia menilai Dinas Kesehatan seharusnya tidak menghindari konfirmasi publik, terlebih isu tersebut berkaitan langsung dengan program nasional.

“Dinas Kesehatan seharusnya transparan, jangan justru terkesan menutup diri ketika ada pertanyaan publik, program Makan Bergizi Gratis ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegas Yus.

Ia menegaskan, keberadaan dapur SPPG tidak terlepas dari peran Dinas Kesehatan, khususnya dalam proses pendaftaran serta verifikasi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Karena itu, menurutnya, sangat janggal apabila dinas terkait seolah tidak mengetahui atau enggan menjelaskan perkembangan mengenai isu penutupan dapur tersebut.

“Ada apa dengan Kabid Dinas Kesehatan Batu Bara? Bagaimana sebenarnya monitoring dari dinas terhadap operasional dapur SPPG dalam program MBG? Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya mengambil langkah tegas dengan menutup sementara 252 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, menyatakan penutupan tersebut dilakukan karena sejumlah dapur SPPG belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
Penutupan sementara yang mulai berlaku sejak 9 Maret 2026 itu disebut sebagai langkah penegakan standar keamanan dan kelayakan dapur dalam pelaksanaan program MBG.

Seluruh SPPG yang telah beroperasi diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi melalui proses pendaftaran serta verifikasi SLHS di Dinas Kesehatan setempat.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara mengenai apakah dapur SPPG di daerah tersebut termasuk dalam daftar yang akan ditutup.

Sikap bungkam pejabat terkait justru semakin memunculkan spekulasi publik mengenai pengawasan dan kesiapan dapur SPPG di wilayah Batu Bara. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar