![]() |
| Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif yang dinilai mampu membekali warga binaan dengan keterampilan nyata dan berkelanjutan. |
Batu Bara, Ucup News.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan inovatif bagi warga binaan, berbagai program unggulan dijalankan sebagai upaya menciptakan kemandirian, sekaligus memberikan harapan baru bagi mereka setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program pembinaan tersebut meliputi pembuatan batako, peternakan kambing, ayam petelur, bebek, budidaya ikan lele, serta pengembangan ketahanan pangan melalui penanaman sayuran seperti kangkung dan selada.
Atas upaya tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif yang dinilai mampu membekali warga binaan dengan keterampilan nyata dan berkelanjutan.
Kalapas Labuhan Ruku, H. Hasibuan melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Luar, Pantas, menjelaskan bahwa inovasi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aktivitas semata, melainkan membangun keterampilan dan pola pikir warga binaan.
“Inovasi ini bertujuan agar warga binaan mampu mengenal, menciptakan, dan mengembangkan ide serta keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomi, ini menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, pembinaan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan kepada sekitar 1.500 warga binaan yang berasal dari wilayah Asahan dan Batu Bara, mereka diberikan kesempatan mengikuti program sesuai minat dan potensi masing - masing.
“Dengan pembinaan ini, kami berharap mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mandiri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya.
Salah seorang warga binaan mengaku merasakan manfaat besar dari program tersebut, khususnya dalam bidang peternakan ayam petelur, ia kini memahami proses perawatan hingga produksi yang dapat menghasilkan nilai ekonomi setiap hari.
“Dulu saya tidak punya keterampilan, sekarang saya sudah paham cara beternak ayam petelur dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk usaha nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara, Alpian, melalui Ketua Harian Gusti, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Lapas Labuhan Ruku.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata pembinaan yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar - benar menyentuh kebutuhan warga binaan dalam mempersiapkan masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Lapas Labuhan Ruku, ini bukan sekadar pembinaan, tetapi juga membangun harapan baru bagi warga binaan agar bisa hidup mandiri setelah bebas,” ujar Gusti.
Ia juga berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya, sehingga pembinaan yang dilakukan semakin berdampak luas dan berkelanjutan.
Dengan berbagai program inovatif yang dijalankan, Lapas Labuhan Ruku diharapkan mampu mencetak warga binaan yang tidak hanya siap kembali ke masyarakat, tetapi juga produktif dan berdaya saing dalam membangun kehidupan yang lebih baik. (Red).














0 Komentar