Batu Bara, Ucup News.com
Proyek pembangunan perlintasan sebidang dan Pos Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di ruas Access Road Inalum, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, menuai sorotan warga.
Nilai pekerjaan yang disebut mencapai Rp.3,14 miliar menjadi perhatian karena masyarakat meminta rincian penggunaan anggaran dibuka secara transparan.
Proyek tersebut diketahui dikerjakan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Wilayah III Kisaran, dengan pelaksana kegiatan CV Mulia, sumber anggaran disebut berasal dari APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2026 dengan masa pelaksanaan 90 hari.
Salah seorang pemuda Desa Lalang, Muhammad Khairul Rofai, meminta pihak terkait menjelaskan secara terbuka nilai kontrak, sumber anggaran, volume pekerjaan, spesifikasi teknis serta mekanisme pengawasan proyek.
“Kami tidak bermaksud menghambat pembangunan, justru kami mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, namun, ketika nilai anggaran mencapai miliaran rupiah, masyarakat berhak mengetahui secara terbuka untuk apa - apa anggaran tersebut digunakan dan bagaimana perhitungannya,” kata Khairul melalui akun TikTok-nya, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat dapat melihat kesesuaian antara perencanaan, nilai pekerjaan dan hasil pembangunan di lapangan.
Ia juga meminta papan informasi proyek memuat data secara lengkap sehingga masyarakat tidak harus menebak - nebak nilai maupun lingkup pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
“Kalau seluruh prosesnya sesuai aturan dan perencanaannya memang membutuhkan anggaran sebesar itu, tentu harus bisa dijelaskan kepada publik secara terbuka, masyarakat membutuhkan data, bukan sekadar asumsi,” ujarnya.
Di lapangan, seorang pekerja yang mengaku bernama Fuad, warga Jawa Timur, menyebut pekerjaan proyek tersebut meliputi pembangunan portal, palang perlintasan kereta api serta 12 titik Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Benar, Bang, proyek Rp.3 M ini membuat 12 titik PJU, palang kereta api dan bangunan portal,” katanya kepada wartawan.
Fuad juga menyebut keberadaan pengawas tidak selalu terlihat di lokasi.
“Pengawas nggak ada, Bang,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Wilayah III Kisaran maupun CV Mulia selaku pelaksana kegiatan belum dapat di konfirmasi wartawan. (Red).














0 Komentar