Header Ads Widget 728X90

Daerah Tak Harus Setor Tunai, Bupati Batu Bara Sambut Opsi Inbreng di RUPS - LB Bank Sumut

Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS - LB) PT Bank Sumut.

Medan, Ucup News.com

Upaya memperkuat stabilitas fiskal dan ketahanan permodalan daerah memasuki babak baru. Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS - LB) PT Bank Sumut di Kantor Pusat Bank Sumut, Medan, Senin (24/11/2025). 

Rapat tersebut menetapkan kebijakan strategis, termasuk dibukanya opsi penyertaan modal daerah melalui aset (inbreng).

RUPS - LB yang diikuti 33 pemegang saham itu menyepakati bahwa pemerintah kabupaten/kota tidak lagi wajib menambah modal dengan pembayaran tunai. Sebaliknya, daerah dapat memenuhi komitmen penyertaan modal melalui aset yang memenuhi standar penilaian Bank Sumut dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gubernur Sumatera Utara sekaligus pemegang saham pengendali, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan bahwa skema ini menjadi solusi bagi daerah yang tengah menghadapi tekanan fiskal akibat penyesuaian APBD.

“Kami memahami kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan penyesuaian. Karena itu penyertaan modal diperbolehkan tidak dalam bentuk uang, tetapi melalui aset yang bisa dinilai oleh Bank Sumut dan OJK. Dan tadi sudah disepakati,” ujar Bobby.

Selain soal permodalan, RUPS - LB juga membahas penataan struktur direksi sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan transformasi digital dan tata kelola risiko perbankan. Jabatan Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi diubah menjadi Direktur Keuangan, sementara posisi Direktur Pemasaran dialihkan menjadi Direktur Teknologi Informasi dan Operasional.

Perubahan tersebut dinilai sebagai langkah memperkuat kinerja Bank Sumut di tengah peningkatan kompetisi industri perbankan dan tuntutan digitalisasi layanan.

Keputusan penyertaan modal berbasis aset disambut positif karena memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk tetap mengambil peran dalam memperkuat Bank Sumut tanpa membebani arus kas. Langkah ini dipandang sebagai komitmen bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi regional dan memastikan Bank Sumut tetap menjadi motor penggerak perekonomian Sumatera Utara. (Ikhw@n).

Posting Komentar

0 Komentar