Header Ads Widget 728X90

Misteri 4 Miliar Bimtek Diskop UKM Batu Bara, Swakelola di Duga Senyap, Peserta Main Comot, Pejabat Tutup Mata

Aroma panas dugaan permainan anggaran di Dinas Koperasi dan UKM Batu Bara tahun 2025 makin menyengat, Program pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang menelan dana sekitar Rp. 4 Miliar mendadak menjadi sorotan setelah rangkaian kegiatan 31 Oktober - 15 November 2025 berlangsung senyap tanpa publikasi.

Batu Bara, Ucup News.com

Aroma panas dugaan permainan anggaran di Dinas Koperasi dan UKM Batu Bara tahun 2025 makin menyengat, Program pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang menelan dana sekitar Rp. 4 Miliar mendadak menjadi sorotan setelah rangkaian kegiatan 31 Oktober - 15 November 2025 berlangsung senyap tanpa publikasi.

Anggaran jumbo yang bersumber dari DAK Non Fisik/APBD tersebut disebut - sebut dikerjakan secara swakelola oleh Kabid UKM Diskop UKM, drh. EO, tanpa lembaga resmi dan tanpa transparansi.

Swakelola Gelap ? Lembaga Pelatihan Tak Ada, Laporan Tak Muncul

Kegiatan Bimtek seharusnya menggandeng lembaga pendidikan atau lembaga pelatihan bersertifikat, Namun Diskop UKM Batu Bara diduga justru memilih jalur senyap - tanpa lembaga, tanpa publikasi, tanpa keterbukaan.

Saat Wartawan konfirmasi melalui via telpon  tidak diangkat, begitu juga pesan yang dikirimkan tidak terbalas, lebih memilih bungkam, Selasa (18/11/2025).

Pejabat Terkait Bungkam

Lebih panas lagi, Kadis Koperasi dan UKM Dr Ir H. Hakim, M.Si sebelumnya menyebut ada sosok seseorang dekat pejabat penting di Batu Bara, yang diduga menjadi penentu terselenggaranya tiga kegiatan Bimtek tersebut.

Namun begitu dimintai klarifikasi ulang, drh. EO kembali tidak merespons, diam seribu bahasa.

Tiga Kegiatan, Peserta Dipilih Sepihak

Sumber peserta pelatihan yang identitasnya dirahasiakan mengungkap fakta penting. Kegiatan dibagi menjadi :

~ Pelatihan Barbershop (15 hari, 31 peserta)
~ Bimtek Ekspor - Impor.
~ Manajemen Pemasaran Cabai.

Namun peserta dua kegiatan terakhir tidak jelas datanya.

Lebih janggal lagi, peserta mengaku mayoritas berstatus sarjana, bukan masyarakat rentan pencari kerja sebagaimana target resmi. Peserta disebut dipilih langsung oleh Kabid.

Anggaran Berlabel Kantor, Isinya Pelatihan : Kejanggalan Tak Terbantahkan

Dua pos anggaran memicu tanda tanya besar :

1. Rp. 645 juta dicatat sebagai Belanja Bahan Kegiatan Kantor, tapi isinya pelatihan dan pengadaan alat pelatihan.

2. Rp. 3,3 miliar tercatat sebagai Belanja Jasa Pihak Ketiga, namun direalisasikan sebagai uang harian, transport, akomodasi peserta.

Judul kegiatan A, isi kegiatan B.
Inilah pola klasik dugaan “pengaburan” anggaran.

Tumpang Tindih Program, Masalah Baru

Kegiatan Barbershop yang digelar Diskop UKM juga dinilai tidak relevan, karena merupakan subprogram BLK Disnakerprindag, yang kebetulan akan menggelar pelatihan serupa dalam waktu dekat.

Investigasi Masyarakat : “Ini Diduga Kuat Bukan Sekadar Salah Kelola”

Setelah investigasi lapangan, masyarakat dan aktivis menyimpulkan adanya potensi kuat ketidakwajaran dalam penggunaan anggaran.

Mereka mendesak Kejaksaan Negeri Batu Bara segera :

~ memanggil pejabat terkait,
~ mengaudit setiap kegiatan,
~ membuka aliran anggaran secara transparan.

“Bila benar ada penyimpangan, maka kerugian negara bukan hal yang dapat ditoleransi. Ini uang rakyat,” tegas seorang aktivis.

Sikap Tutup Mulut Pejabat Makin Memperkuat Dugaan

Dalam kasus ini, diamnya para pejabat bukan sekadar keengganan.

Di mata publik, diam adalah tanda bahaya.

Anggaran jumbo, kegiatan senyap, peserta dipilih sembarang, lembaga tak jelas, dan pos belanja janggal, semua itu merangkai satu narasi besar :

Ada sesuatu yang tidak beres di Diskop UKM Batu Bara.

Sumber : kasatnews.id
Rabu     : 19. November 2025

Posting Komentar

0 Komentar