Batu Bara, Ucup News.com
Nada tegas terdengar dari Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si, saat menghadiri Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Indrapura Etnis Batak Toba, di hadapan ribuan warga, Bahar melontarkan pernyataan keras yang langsung mengundang riuh tepuk tangan,
“Berhentilah jadi orang nyinyir!”
Pernyataan itu bukan tanpa alasan, menurut Bahar, belakangan ini banyak pihak yang sibuk mengkritik, padahal sejumlah persoalan yang kini disorot justru merupakan warisan dari masa lalu. Ia mencontohkan kerusakan tanggul dan bendungan Sei Dalu - Dalu di Kecamatan Air Putih yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun.
“Masalah ini sudah ada sebelum kami memimpin. Ribuan hektare sawah di empat desa terbengkalai, 12 desa lain kekeringan di Air Putih dan Sei Suka. Tapi lucunya, yang dulu diam, sekarang malah nyinyir,” sindir Bahar disambut sorakan setuju lebih dari 7.000 warga yang hadir di lokasi acara. Kamis (6/11/2025).
Bahar menegaskan, pemerintahannya bersama Wakil Bupati Syafrizal akan tetap fokus bekerja menyelesaikan persoalan rakyat, meski tanggung jawab bendungan dan irigasi berada di bawah kewenangan Dinas PUTR Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Batu Bara berkomitmen mengawal agar penanganan cepat terealisasi.
“Tahun 2026, sepanjang tujuh kilometer saluran irigasi akan kami normalisasi, termasuk perbaikan bendungan timpasan yang rusak. Kami tidak mau banyak bicara, kami bekerja,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bahar juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang banyak rusak dan belum tersentuh selama bertahun - tahun. Ia menyebut keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berbuat, namun mengingatkan agar masyarakat tak mudah terprovokasi dengan opini miring.
“Batu Bara tidak butuh orang nyinyir, Batu Bara butuh orang kerja nyata. Saya tahu masyarakat Batu Bara tidak akan mudah dipecah belah hanya karena omongan segelintir orang,” ujarnya sambil mengangkat Tongkat Tunggal Panaluan, simbol persatuan etnis Batak Toba.
Malam itu, panggung budaya PSBD Indrapura menjadi saksi semangat kebersamaan lintas etnis, sedikitnya 10 etnis dari 13 etnis yang ada di Batu Bara hadir memeriahkan acara, menandai kuatnya semangat persatuan di daerah berjuluk Tanah Bertuah itu.
“Kalau semua etnis bersatu membangun Tanah Bertuah ini, yakinlah Batu Bara akan semakin maju dan rakyatnya bahagia,” tutup Bahar disambut tepuk tangan panjang.
Pernyataan lugas Baharuddin malam itu menjadi sorotan publik, selain menegaskan arah pembangunan yang fokus pada kerja nyata, ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas sosial di tengah perbedaan pandangan politik. (Red).













0 Komentar