Header Ads Widget 728X90

SPBU Simpang Kopi Diduga Bermain BBM, Pengisian Dihentikan, Jerigen Justru Melenggang

Antrean konsumen mengular menunggu pengisian BBM di SPBU 14.213.228 Simpang Kopi.

Batu Bara, Ucup News.com

Aroma penyimpangan di SPBU 14.213.228 Simpang Kopi makin menyengat, di tengah antrean warga yang mengular dan kelangkaan BBM yang terus dikeluhkan, pengisian Pertamax justru dihentikan mendadak pada Kamis malam tanggal 4 Desember 2025, sekitar pukul 22.10 Wib,  lebih mengejutkan lagi, penghentian itu terjadi saat stok BBM masih tersedia.

M Nainggolan, salah satu konsumen, menyebut penghentian tersebut tanpa alasan yang masuk akal, konsumen yang sudah menunggu berjam - jam langsung protes, namun seorang laki - laki yang diduga anak pemilik SPBU dengan santai mengatakan operator sedang istirahat,  Ketika ditanya ulang, alasannya berubah menjadi pergantian shift hingga pukul 07.00 Wib keesokan hari.

Kegeraman warga memuncak setelah video laporan konsumen beredar di Facebook melalui akun #Nasrin, dalam rekaman itu, antrian panjang kendaraan dibubarkan petugas dengan alasan stok BBM habis,  namun tak sampai beberapa menit, seorang pria diduga petugas SPBU terlihat mondar - mandir membawa jerigen penuh BBM seolah tanpa beban.

Aksi tersebut sontak memancing amarah publik, bukan hanya diduga melakukan penyimpangan distribusi BBM, oknum SPBU itu juga disebut melontarkan kata - kata kasar kepada konsumen, video itu langsung viral dan memantik gelombang protes warganet.

Masyarakat mendesak Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tinggal diam, dugaan permainan BBM di SPBU Simpang Kopi dinilai merugikan publik dan menabrak aturan yang seharusnya dijalankan ketat, Publik menuntut penyelidikan cepat, transparan, dan penindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat.

Kelangkaan BBM adalah persoalan serius, jika SPBU ikut bermain, kepercayaan publik runtuh dan beban masyarakat makin berat, saatnya pengelolaan SPBU diawasi tanpa kompromi.

Sementara itu, pihak SPBU Simpang Kopi belum dapat di jumpai untuk. diminta klarifikasi atas peristiwa tersebut. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar