Header Ads Widget 728X90


Tolak Pemekaran Sumatera Pantai Timur, Pemuda Batu Bara : Masyarakat Lagi Sulit, Jangan Disulut

M. Adam Malik, S.Sos menilai gagasan tersebut tidak tepat di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan.

Batu Bara, Ucup News.com

Wacana pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur menuai penolakan dari kalangan pemuda di Kabupaten Batu Bara. Salah satunya disampaikan oleh M. Adam Malik, S.Sos yang menilai gagasan tersebut tidak tepat di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan.

Adam menegaskan, ide yang digagas oleh kelompok yang menamakan diri Komite Pemekaran Provinsi (KPP) Sumatera Pantai Timur dinilai minim kajian, baik dari sisi historis maupun yuridis.

“Sebagai masyarakat, saya menolak gagasan ini karena tidak memiliki dasar yang kuat dan justru berpotensi memperkeruh hubungan di Sumatera Utara, khususnya dengan Kabupaten Batu Bara,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, wacana tersebut berisiko mengganggu stabilitas pembangunan di Provinsi Sumatera Utara, Ia juga menilai kelompok penggagas tidak mewakili seluruh aspirasi masyarakat di wilayah yang pernah masuk dalam sejarah Sumatera Timur.

Adam menjelaskan, sepengetahuannya secara historis wilayah Sumatera Timur tidak hanya mencakup kawasan Asahan, Labuhan Batu, dan Batu Bara (ASLAB), tetapi juga meliputi daerah lain seperti Langkat, Karo, Deli Serdang hingga Kota Medan.

“Sejarah Sumatera Timur sangat panjang, dalam Staatblad 1873 Nomor 181 dijelaskan wilayah keresidenan timur membentang luas, tidak bisa diklaim sepihak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pasca kemerdekaan, pembagian wilayah Sumatera melalui Undang - Undang Nomor 10 Tahun 1948 telah menetapkan struktur provinsi, termasuk keberadaan Sumatera Utara yang di dalamnya terdapat Karesidenan Sumatera Timur.

“Artinya, secara historis dan konstitusional, wilayah ini sudah jelas, bahkan hingga UU Nomor 24 Tahun 1956 dan diperkuat dengan regulasi terbaru, keberadaan Sumatera Utara memiliki dasar yang kuat,” tambahnya.

Selain itu, Adam menilai pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selama ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk di Kabupaten Batu Bara.

“Seharusnya kita bersyukur dan fokus pada pembangunan yang ada, bukan justru memunculkan wacana yang berpotensi memecah konsentrasi pembangunan,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada pihak - pihak yang tergabung dalam KPP Sumatera Pantai Timur untuk menghentikan polemik tersebut demi menjaga kondusivitas daerah.

“Jangan karena kepentingan kelompok, stabilitas pembangunan terganggu, lebih baik kita fokus membangun daerah masing - masing,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Adam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pembangunan nasional, termasuk agenda prioritas Presiden Prabowo.

“Khususnya di Kabupaten Batu Bara, masyarakat masih menghadapi banyak kesulitan, jangan lagi disulut dengan isu pemekaran, saatnya kita bersatu dan fokus membangun,” pungkasnya. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar