Operasional Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Simpang Kopi, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, menuai sorotan (Photo/Ilustrasi).
Batu Bara, Ucup News.com
Operasional Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Simpang Kopi, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, menuai sorotan, Forum Media Masyarakat Independen Bersinergi (Formasib) menduga adanya sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program yang menyasar siswa sekolah tersebut.
Ketua Formasib, Yusri Bajang, menyebut pihaknya menerima informasi terkait dugaan tidak memadainya alat sterilisasi air yang digunakan di dapur MBG, padahal, standar higienitas dan keamanan pangan menjadi aspek krusial dalam program yang dikonsumsi anak - anak setiap hari.
“Kalau alat sterilisasi air tidak sesuai standar, ini persoalan serius, program ini menyangkut kesehatan siswa, sehingga tidak boleh ada kelalaian,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Selain itu, Formasib juga mempertanyakan sumber daging yang digunakan, dapur MBG diduga tidak menggunakan pasokan dari Rumah Potong Hewan (RPH) resmi dan bersertifikasi halal, Jika benar, kondisi ini dinilai berpotensi melanggar ketentuan regulasi serta menimbulkan persoalan hukum.
Tak hanya soal bahan baku, pengelolaan limbah dapur turut menjadi perhatian, Formasib menduga belum adanya sistem pengolahan limbah yang tertata dengan baik, baik limbah organik maupun air buangan.
Padahal, dapur dengan skala produksi besar wajib memenuhi standar lingkungan guna mencegah pencemaran.
Atas berbagai dugaan tersebut, Formasib mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap operasional Dapur MBG Simpang Kopi, mencakup aspek sanitasi, legalitas bahan baku, hingga sistem pengelolaan limbah, evaluasi terhadap Kepala SPPG dan mitra pelaksana juga diminta dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.
“Kami mendorong audit total agar semuanya transparan, ini demi memastikan program berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat optimal,” tegas Bajang.
Sementara itu, Kepala SPPG MBG Simpang Kopi berinisial NS dan Asisten Lapangan yayasan berinisial R yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Publik kini menanti klarifikasi resmi dari pihak pengelola serta langkah tegas instansi terkait guna menjamin pelaksanaan program MBG tetap sesuai standar kesehatan, halal, dan ramah lingkungan. (Red).














0 Komentar