Batu Bara, Ucup News.com
Pemerintah pusat secara resmi mengumumkan Indonesia mencapai swasembada pangan, momentum bersejarah ditandai melalui Panen Raya Nasional yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dari Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Kapolres Batu Bara mengikuti agenda nasional tersebut secara virtual di Aula Mako Polres Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, atas Kehadiran tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap agenda strategis nasional di sektor pangan.
Dalam laporan Prabowo, menyebut Indonesia berhasil mencatatkan produksi beras tertinggi di kawasan Asia Tenggara sepanjang 2025, proyeksi produksi nasional mencapai 34,6 juta ton, melampaui Vietnam dan Thailand yang selama ini dikenal sebagai raksasa beras di kawasan ASEAN, capaian itu sekaligus menandai babak baru ketahanan pangan Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar slogan politik, melainkan hasil kerja nyata lintas sektor yang melibatkan kabinet, aparat daerah, hingga jutaan petani di seluruh Indonesia.
“Dalam waktu yang relatif singkat, bangsa ini membuktikan bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan. Ini adalah kemenangan petani Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Pengumuman resmi swasembada pangan tahun 2026 ditandai dengan prosesi simbolik menumbuk gabah oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai penanda kuatnya fondasi kemandirian pangan nasional.
Pencapaian nasional tersebut menjadi alarm sekaligus peluang, dengan luas lahan persawahan mencapai sekitar 12.000 hektare, Batu Bara dinilai memiliki modal besar untuk bertransformasi menjadi daerah surplus beras dan penyangga pangan regional, apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan program strategis nasional, termasuk penguatan produksi pertanian, perlindungan petani, dan stabilitas distribusi pangan.
Panen Raya Nasional itu bukan hanya seremoni, melainkan penegasan arah baru pembangunan pangan Indonesia, mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan dari pusat hingga ke daerah. (Ikhw@n).












0 Komentar