Header Ads Widget 728X90

Diduga Sarat Kepentingan Bisnis, Kapal Cruise di Kuala Tanjung Tak Sentuh Ekonomi Warga

Ilustrasi 

Batu Bara, Ucup News.com

Sandarnya kapal cruise yang membawa wisatawan mancanegara di Pelabuhan PT Pelindo Kuala Tanjung kembali memantik polemik, alih - alih memberi dampak positif bagi perekonomian lokal, kehadiran kapal pesiar tersebut justru dinilai tidak memberikan manfaat apa pun bagi masyarakat Kuala Tanjung.

Warga menilai, aktivitas kedatangan kapal cruise hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat sekitar pelabuhan sama sekali tidak dilibatkan, tidak ada keterlibatan pelaku UMKM, jasa lokal, penyedia kebutuhan logistik, maupun sektor pendukung lainnya yang seharusnya menjadi peluang ekonomi bagi warga.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa kehadiran kapal cruise tersebut sarat kepentingan bisnis dan hanya menjadi ajang meraup keuntungan oleh oknum tertentu.

Salah seorang warga, Bang Deef, secara tegas menyampaikan kekecewaannya, Ia menduga kuat adanya praktik bisnis terselubung yang menguntungkan oknum pejabat di lingkungan PT Pelindo.

“Kapal cruise ini datang membawa wisatawan asing, tapi warga sekitar tidak merasakan apa pun, kami menduga ini hanya jadi ladang bisnis oknum pejabat Pelindo, sementara masyarakat Kuala Tanjung dipinggirkan,” tegas Bang Deef, Jum'at (9/1/2026).

Ia menambahkan, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Ini sudah yang kedua kalinya kapal cruise bersandar di Pelabuhan Kuala Tanjung, polanya sama, warga tidak dilibatkan, tidak ada dampak ekonomi, hanya kapal datang lalu pergi,” ungkapnya.

Selain minimnya manfaat ekonomi, warga juga mempertanyakan legalitas dan kesesuaian fungsi pelabuhan, diketahui, Pelabuhan Kuala Tanjung khususnya Multipurpose Terminal sejatinya diperuntukkan untuk kegiatan bongkar muat kargo umum, seperti break bulk, project cargo, dan komoditas lainnya.

Terminal tersebut dilengkapi peralatan dan fasilitas khusus untuk aktivitas kargo, bukan sebagai terminal penumpang, namun faktanya, terminal kargo tersebut justru digunakan sebagai tempat sandar kapal cruise yang membawa wisatawan mancanegara.

“Ini pelabuhan kargo, bukan pelabuhan penumpang. Kenapa bisa dijadikan tempat sandar kapal cruise? Apakah sudah sesuai aturan dan izin yang berlaku?” kata Bang Deef mempertanyakan.

Pihak pengelola Pelabuhan PT Pelindo Kuala Tanjung, RT, membenarkan bahwa pelabuhan tersebut merupakan Multipurpose Terminal, namun, ia mengaku belum mengetahui secara jelas terkait kebutuhan operasional kapal cruise, termasuk soal penyediaan air bersih.

“Belum dapat info, Bang. Perlu air atau tidak, saya belum tahu,” ujar RT singkat.

Sementara itu, Manager Regional 1 Pelindo Cabang Kuala Tanjung, AS, juga membenarkan rencana dan kedatangan kapal cruise yang membawa wisatawan mancanegara tersebut, namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait mekanisme sandar kapal, kerja sama bisnis, pihak - pihak yang terlibat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat lokal.

Minimnya transparansi tersebut semakin memperkuat kecurigaan publik, warga Kuala Tanjung mendesak PT Pelindo agar membuka secara terang benderang aktivitas sandarnya kapal cruise di pelabuhan tersebut, termasuk aliran bisnis dan keuntungan yang dihasilkan.

Masyarakat berharap ke depan, setiap aktivitas pelabuhan, terlebih yang melibatkan kapal wisata internasional, tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi benar - benar berdampak pada kesejahteraan warga sekitar. 

Tanpa transparansi dan pelibatan masyarakat, kehadiran kapal cruise di Kuala Tanjung hanya akan menjadi simbol ketimpangan dan dugaan praktik bisnis elitis di kawasan pelabuhan strategis tersebut. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar