Header Ads Widget 728X90

Tragedi Laut di Batu Bara, Sampan Nelayan Terbalik, Dua Korban Jiwa, Satu Selamat

Tragedi laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Batu Bara, sebuah sampan jaring udang yang membawa tiga nelayan dilaporkan terbalik di perairan antara kawasan Domba Mas dan PT Multi Nabati.

Batu Bara, Ucup News.com

Tragedi laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Batu Bara, sebuah sampan jaring udang yang membawa tiga nelayan dilaporkan terbalik di perairan antara kawasan Domba Mas dan PT Multi Nabati, Minggu (11/1/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia, sementara satu lainnya berhasil selamat.

Menurut keterangan warga setempat, sampan tersebut berangkat melaut yang dikemudikan oleh Muslihat (60) sebagai tekong, bersama dua Anak Buah Kapal (ABK), Inyak (60) dan Hanafi (40), mereka berangkat seperti biasa untuk menjaring udang di perairan sekitar Sei Padang.

Saat perjalanan pulang menuju daratan, sampan nahas itu diterjang ombak besar di perairan antara Domba Mas dan kawasan PT Multi Nabati, kuatnya hantaman ombak menyebabkan sampan terbalik, membuat seluruh awak kapal terlempar ke laut.

Dalam kejadian tersebut, Hanafi (40), ABK asal Bedagai, berhasil menyelamatkan diri dan kemudian memberikan informasi kepada warga, sementara Muslihat dan Inyak sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

Kedua nelayan yang hilang tersebut akhirnya ditemukan didaerah pantai Citra Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, pada pagi harinya Senin, 12 Januari 2026.

Korban, Muslihat (60), Tekong, nelayan, alamat Desa Lalang Dusun Pengajian, (meninggal dunia), Inyak (60), ABK, nelayan, alamat Simpang Mesjid Pekan Senen, (meninggal dunia)
Hanafi (40), ABK, nelayan, alamat Bedagai (selamat)

Pihak Pos Pol Airud Pagurawan telah menerima laporan kejadian tersebut dan akan melakukan koordinasi dengan Kamla serta Basarnas untuk melanjutkan proses pencarian dan evakuasi. Pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi air laut surut dan faktor keselamatan tim.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, khususnya di tengah cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar