Batu Bara, Ucup News.com
Ratusan paket takjil dibagikan Asosiasi Pedagang Ikan Batu Bara di Simpang Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, namun di balik kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan tersebut, tersimpan pesan kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berpihak pada potensi perikanan lokal.
Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Batu Bara, Hardiansyah, menyebut para pedagang dan nelayan mulai merasakan ketimpangan dalam rantai ekonomi program tersebut.
Pasalnya, menu MBG yang beredar di berbagai dapur program lebih banyak didominasi ayam dan telur, padahal, secara geografis Kabupaten Batu Bara merupakan daerah pesisir dengan kekayaan hasil laut yang melimpah, dari 12 kecamatan yang ada, delapan di antaranya bersentuhan langsung dengan kawasan pantai.
“Ironisnya, daerah kita kaya ikan, tapi program MBG justru lebih banyak menggunakan ayam dan telur, ini membuat peternak ayam sangat diuntungkan, sementara pedagang ikan merasa tidak dilibatkan,” ujar Hardiansyah, Sabtu (8/3/2026).
Ia menegaskan, ikan merupakan sumber protein yang tidak kalah bernilai dibandingkan daging ayam atau telur, bahkan, komoditas ikan dan udang dari Batu Bara selama ini menjadi pemasok bagi berbagai daerah di Sumatra, mulai dari Bengkulu hingga Palembang.
Namun dalam pelaksanaan MBG, potensi tersebut belum terlihat masuk dalam rantai pasokan program.
Hardiansyah menilai kebijakan publik semestinya tidak hanya mengejar efisiensi program, tetapi juga memastikan pemerataan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kehadiran MBG seharusnya juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi lokal, kalau ikan kita melimpah, mengapa tidak dilibatkan? Laut kita luas, nelayan kita banyak,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut turut berdampak pada harga ikan di pasaran yang mulai melemah akibat menurunnya daya serap pasar.
Para pedagang ikan pun berharap Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, dapat mendorong agar dapur MBG mulai melibatkan pedagang ikan lokal sebagai pemasok bahan pangan.
Menurut Hardiansyah, penggunaan ikan segar tidak hanya lebih sehat sebagai sumber protein, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami tidak menolak program MBG, kami hanya ingin keadilan, jika program ini benar - benar untuk masyarakat, maka seluruh potensi daerah juga harus ikut diberdayakan,” tegasnya.
Aksi berbagi takjil yang dilakukan para pedagang ikan itu pun menjadi simbol protes damai sekaligus harapan agar suara masyarakat pesisir dapat didengar oleh para pengambil kebijakan. (Red).














0 Komentar