Batu Bara, Ucup News.com
Di tepian Kuala Tanjung, deru dapur industri berpadu dengan deburan ombak yang tetap terjaga, magrove benteng sunyi di barisan pesisir pantai, beranjak darinya, ditenggah ekosistem pesisir sering kali menjadi garda terdepan yang menghadapi tekanan lingkungan, dibalik itu, terdapat akar - akar kehidupan yang terus bekerja tanpa henti yang menyematkan pesisir tersebut.
Inalum hadir bukan sekadar sebagai perusahaan sahaja, melainkan sebagai bagian dari perjalanan antara kemajuan dan kelestarian serta kebersihan.
Mangrove sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai abrasi, sekaligus menjadi penyerapan karbon yang efektif dalam perubahan iklim.
Dimana, Inalum terus berkomitmen untuk berinovasi, dampak lingkungan ditekan, keharusan demi menjaga bumi tetap layak huni untuk mendatang.
Diketahui, Inalum juga menjalankan program konservasi, pengelolaan lingkungan berdasarkan berbagai regulasi pemerintah, Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2009 tentang konservasi energi, Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta keputusan Menteri lingkungan hidup/Kepala BPLH Nomor 1375 tahun 2025 tentang PROPER.
Inalum menerapkan pendekatan konservasi menapak jejak bumi, program - program lingkungan yang dijalankan tidak didorong oleh kebutuhan untuk memulihkan kerusakan lingkungan, melainkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keaneka ragaman hayati sejak dini.
Program penanaman pohon sepanjang tahun 2018 hingga 2025, mencapai total dengan luas 1.934 ha, ditahun 2018 mencatat seluas 400 ha, ditahun 2021 seluas 274 ha, pada tahun 2022 dengan luas 260 ha, tahun 2024 seluas 500 ha dan tahun 2025 seluas 500 ha.
![]() |
| Inalum hadir bukan sekadar sebagai perusahaan sahaja, melainkan sebagai bagian dari perjalanan antara kemajuan dan kelestarian serta kebersihan. |
Selain itu, Inalum juga melakukan pembibitan modern dan kebun bibit rakyat, dengan jenis tanaman : MPTS dan Kayu - kayuan diantaranya durian, alpukat, pinus, suren, mahoni dan lain - lain, dimana pembibitan modern di Paritohan sebanyak 500.000 bibit pertahun yang beroperasi Mei 2025, sedangkan 3 kebun bibit rakyat di Toba , Humbahas dan Simalungun sebanyak 150.000 bibit pertahun.
Begitu juga dengan penerapan metode tani Nusantara di 4 lokasi pada tahun 2024 dengan luas 8 ha, diterapkan penuh diseluruh area penanaman tahun 2025, dibarengi 5 kali pelatihan bagi petani, akademis dan siswa, pelatihan terakhir : 24 peserta, 100 ha area konservasi, hasil panen meningkat lebih dari 3 kali lipat setelah metode tani Nusantara diterapkan.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Batu Bara, Inalum juga melakukan program konservasi ekosistem maritim
dengan capaian, penanaman mangrove KTH lestari dipesisir di Dusun Kuala Sipare, Desa Medang, Kecamatan Medang Deras pada tahun 2025, bantuan penanaman mangrove
diberikan kepada Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Kabupaten Batu Bara, serta program penanaman dan pengkayaan jenis tanaman mangrove oleh Kelompok Tani Cinta Mangrove (KTCM) di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.
Diharapkan, akar - akar magrove menjalar disepanjang garis pesisir pantai, tidak hanya mampu menahan abrasi dan dapat meredam gelombang ombak yang datang, disamping itu, magrove dapat menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan, kepinting, udang, dan satwa lainnya, hal itu turut mendukung bagi kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari.
Inalum terus berupaya membangun harmoni antara pertumbuhan industri, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian alam, seperti akar magrove yang bekerja dalam diam menjaga pesisir dari ancaman kerusakan, demi masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan untuk masa yang akan datang.
Dari akar - akar yang menyematkan pesisir, tersimpan harapan besar bagi keberlanjutan bumi.
Selain dari itu, Inalum juga menyentuh kehidupan masyarakat sekitar perusahan melalui program sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga pendidikan menjadi bagian dari langkah nyata. (Red)















0 Komentar