Batu Bara, Ucup News.com
PT EMHA memperkuat sinergi dengan jajaran kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat melalui kegiatan Coffee Morning Sinergisitas Kamtibmas yang digelar di Balai Pertemuan Karyawan Afdeling I, Lingkungan VII, Kelurahan Perkebunan Pare - Pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Jum'at (24/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen PT EMHA, Kapolsek Air Putih AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H., M.H. beserta personel, Kepala Desa, pengurus dan anggota Kelompok Tani Rukun Sari, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan karyawan yang menjadi wadah memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di lingkungan perkebunan.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan maraknya pencurian buah kelapa sawit menjadi perhatian utama, aksi pencurian dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengganggu produktivitas serta berpotensi memicu konflik sosial apabila tidak ditangani secara bersama - sama.
Selain membahas persoalan keamanan, forum tersebut juga menegaskan pentingnya menghormati proses hukum terkait sengketa lahan antara Kelompok Tani Rukun Sari dan PT EMHA yang telah melalui tahapan peradilan hingga putusan banding di Pengadilan Tinggi Medan.
Seluruh pihak sepakat menjadikan putusan hukum sebagai landasan untuk menjaga kondusivitas dan menghindari gesekan di lapangan.
Manager PT EMHA, Ir. Ali Hanafiah, mengatakan perusahaan terus berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Menurutnya, tingginya kehilangan buah akibat pencurian masih menjadi tantangan yang memengaruhi produktivitas perusahaan.
Karena itu, PT EMHA menargetkan zero losses, yakni tidak ada lagi buah yang hilang maupun tidak terpanen akibat pencurian, target tersebut, kata Ali, hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang erat antara perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat.
"Ini menjadi tantangan bagi kita semua, tetap semangat, syukuri apa yang ada, dan bersama - sama kita wujudkan kondisi yang lebih baik ke depan," ujarnya.
Ketua Umum Yayasan LBH CNI, Khairul Abdi Silalahi, menjelaskan Program Empat Pilar yang dijalankan lembaganya bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus menekan angka tindak pidana ringan di desa.
Ia mendorong pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan paralegal untuk mengoptimalkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa sebagai sarana edukasi, konsultasi, dan pendampingan hukum bagi masyarakat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah sebelum berujung pada proses pidana.
Sementara itu, Kepala Desa Hernawan mengajak seluruh pihak menghentikan segala bentuk perlindungan terhadap pelaku pencurian buah sawit, menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera bagi para pelaku.
Ia juga berharap terjalin kerja sama yang lebih erat antara perusahaan dan masyarakat, termasuk melalui pengelolaan program plasma 20 persen yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi warga di sekitar perkebunan.
Kapolsek Air Putih AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H., M.H., menegaskan bahwa keamanan lingkungan perkebunan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pihak.
Ia mengapresiasi pembentukan empat pilar, termasuk Pos Bantuan Hukum, yang dinilai dapat memperkuat edukasi hukum dan membantu penyelesaian persoalan di tingkat desa sehingga tidak seluruh permasalahan harus berakhir di ranah pidana.
Kapolsek juga mendukung pengelolaan plasma 20 persen bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku karena diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mengurangi potensi tindak pidana, termasuk pencurian hasil perkebunan.
"Apabila masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan berulang, Polsek Air Putih akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, namun kami tetap mengedepankan pembinaan dan penyelesaian secara humanis," tegas AKP Rahmad.
Di akhir sambutannya, Kapolsek menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., Polri terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, profesional, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Coffee morning menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan kawasan perkebunan, sinergi antara perusahaan, aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menekan angka pencurian buah sawit, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Kabupaten Batu Bara. (Umar).















0 Komentar