Header Ads Widget 728X90


Panglima Brigade SPSI AGN Sumut Minta Polda Usut Tuntas Kebakaran PT Evyap Sabun Indonesia

Panglima Brigade SPSI AGN Sumatera Utara, Putra Pratama S, meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polda Sumatera Utara, untuk menyelidiki secara menyeluruh peristiwa kebakaran di PT Evyap Sabun Indonesia yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun.

Medan, Ucup News.com

Panglima Brigade SPSI AGN Sumatera Utara, Putra Pratama S, meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polda Sumatera Utara, untuk menyelidiki secara menyeluruh peristiwa kebakaran di PT Evyap Sabun Indonesia yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun.

Menurut Putra, peristiwa yang mengakibatkan sejumlah pekerja meninggal dunia tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, termasuk pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan ketenagakerjaan serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ia menilai, dugaan tidak optimalnya penerapan sistem manajemen dan standar K3 di lingkungan kerja perlu didalami oleh pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya peristiwa tersebut.

"Berharap Polda Sumatera Utara dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam kejadian tersebut," ujar Putra, Sabtu (5/9/2026).

Ia juga meminta pemerintah dan instansi terkait mengevaluasi sistem pengawasan terhadap aktivitas perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan dan keselamatan para pekerja.

Putra juga meminta agar hal tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain meminta pengusutan kasus tersebut, Putra Pratama S turut menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya sejumlah pekerja dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Diketahui, tiga warga Kabupaten Batu Bara dilaporkan menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di pabrik sabun PT Evyap Sabun Indonesia, KEK Sei Mangkei, pada 3 September 2026.

Para korban diketahui bernama Nasri Efendi (43), Muhammad Rifaldi (26), dan Sumadi. Ketiganya dikabarkan merupakan pekerja las dari perusahaan vendor.

Informasi yang beredar menyebutkan para korban diduga berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api dengan melompat dari lantai enam gedung tempat mereka bekerja.

Putra turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, khususnya masyarakat Kabupaten Batu Bara dan keluarga yang ditinggalkan.

"Kami turut berduka cita atas musibah tersebut, semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan yang berat ini," pungkasnya.

Peristiwa tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak terkait dalam meningkatkan pengawasan serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar