Batu Bara, Ucup News.com
Nama Muhammad Faris mendadak menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Batu Bara sejak 19 November 2025. Siswa kelas VI UPT SDN 22 Lalang, Kecamatan Medang Deras, itu pulang membawa trofi juara pertama pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Batu Bara.
Kegiatan bergengsi yang mempertemukan para pelajar terbaik dalam pelestarian bahasa daerah itu digelar di SMP Negeri 1 Lima Puluh, Rabu, 19 November 2025.
Faris memenangkan salah satu cabang paling menantang, Tembang Lagu Daerah Melayu Batu Bara. Cabang ini menuntut teknik vokal, rasa musikal, kedalaman ekspresi, dan sesuatu yang tak banyak dimiliki bocah seusianya - cengkok.
Dan Faris punya itu. Cengkok yang meliuk, bersih, dan hidup. Cengkok yang membuat para juri dari Balai Bahasa Sumatera Utara tersentak kagum sesaat sebelum menetapkan skor tertinggi untuknya.
Ia membuka penampilan dengan senandung khas Batu Bara - lirih, lembut, tapi bertenaga. Lalu ia selipkan sentuhan musik masa kini. Lagu berjudul “Cengkok” itu pun tampil seperti tradisi yang muda kembali, hangat, segar, dan berjiwa.
Gerak tubuh Faris turut memikat. Mengenakan busana adat Melayu, ia tampil percaya diri, lentur, dan tidak berlebihan. Cukup untuk mengantar penonton masuk ke nuansa yang ia bangun sejak nada pertama.
“Anak ini bukan sekadar nyanyi. Dia menguasai,” ujar salah satu juri sambil mengangkat alis, tanda kekaguman.
Festival Tunas Bahasa Ibu memang menjadi panggung kebangkitan seni dan bahasa daerah Batu Bara. Selain tembang, kompetisi juga mempertandingkan stand up comedy, berpantun, menulis aksara Melayu, hingga puisi - seluruhnya berbasis Bahasa Melayu Batu Bara.
Pada Desember mendatang, Faris akan melangkah lebih jauh ke panggung FTBI tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kompetisi lebih ketat, lawan lebih banyak, standar juri lebih tinggi.
Namun satu hal sudah ia buktikan, tradisi tidak pernah tua bila jatuh di suara anak yang tepat.
Dari Lalang, Faris membawa harapan.
Dari cengkoknya, ia membawa identitas.
Dan Batu Bara kembali punya alasan untuk bangga.
Ditulis Oleh : Juwita Rihasnita














0 Komentar