Header Ads Widget 728X90


 

Tanggul Sei Dalu - dalu Jebol, Warga Sukaraja Kecewa Proyek Rp.11,6 Miliar Hitungan Bulan

Tanggul Sungai (Sei) Dalu - dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, dilaporkan jebol.

Batu Bara, Ucup News.com

Tanggul Sungai (Sei) Dalu - dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, dilaporkan jebol pada hari Sabtu tanggal 13 Desember 2025, sekitar pukul 09.30 Wib, kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius warga, mengingat tanggul tersebut baru dibangun dan menelan anggaran fantastis lebih dari Rp.11 miliar.

Informasi tersebut disampaikan Den Bagus Blangkon melalui video yang diunggah di akun Facebook miliknya, dalam video itu, ia menyebutkan bahwa tanggul yang dibangun pada akhir 2024 hingga awal 2025 tersebut kini ambrol dan mengalami retakan di sejumlah titik, meski debit air sungai disebut belum terlalu tinggi.

“Hitungan bulan dilakukan perbaikan dengan nilai fantastis, lebih dari Rp.11 miliar, tapi hasilnya seperti ini. Sekarang sudah jebol lagi,” ujar Den Bagus dalam laporannya, Sabtu (13/12/2025). 

Ia menegaskan, penyampaian informasi tersebut murni sebagai laporan warga tanpa tendensi apa pun, namun demikian, kekecewaan masyarakat tidak dapat disembunyikan, mengingat proyek yang belum genap setahun itu sudah kembali rusak parah.

Menurutnya, kondisi tanggul sangat rawan karena merupakan timbunan baru dengan struktur pasir di bagian bawah jika curah hujan di daerah hulu, khususnya wilayah Siantar dan Simalungun, terus meningkat, dikhawatirkan debit air sungai akan semakin besar dan menggerus tanggul lebih parah.

“Kami khawatir, kalau hujan di hulu bertambah, tanggul ini tidak akan mampu menahan arus. Padahal debit air saat ini belum terlalu tinggi, tapi sudah merusak bangunan,” katanya.

Ancaman banjir pun membayangi warga Desa Sukaraja dan desa tetangga, Den Bagus menyebutkan, sedikitnya sekitar 500 hektare lahan pertanian sawah terancam gagal panen jika tanggul jebol total, dari jumlah tersebut, sekitar 250 hektare berada di Desa Sukaraja dan sisanya di desa sekitar.

“Sawah kami saat ini rata - rata berusia sekitar satu bulan, masih masa vegetatif. Musim tanam dimulai November lalu. Jika banjir terjadi, bukan hanya rumah warga yang terdampak, tapi ratusan hektare sawah bisa gagal panen,” ungkapnya.

Selain lahan pertanian, puluhan rumah warga di bagian utara tanggul juga berpotensi terendam banjir. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ridwan, yang turut dimintai tanggapan dalam video tersebut, menyebut bangunan tanggul dengan nilai anggaran besar itu dinilai jauh dari kata layak.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan. Den Bagus secara khusus meminta perhatian Pemprov Sumatera Utara, Dinas Pekerjaan Umum, serta instansi terkait, termasuk PSDA, agar segera mengambil tindakan darurat sebelum curah hujan di daerah hulu semakin meningkat.

“Kami hanya berharap ada langkah cepat. Jangan sampai menunggu banjir besar baru ada tindakan. Tanggul ini belum selesai 100 persen, tapi sudah hancur kembali,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab jebolnya tanggul maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. Warga Desa Sukaraja kini hanya bisa berharap agar bencana yang lebih besar dapat dicegah secepat mungkin. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar