![]() |
Aliansi Pemuda Desa Bersatu Indonesia (APDESU) memastikan akan kembali turun ke jalan melalui aksi unjuk rasa jilid III. |
Batu Bara, Ucup News.com
Gelombang protes terhadap dugaan penyimpangan anggaran di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Batu Bara belum mereda, Aliansi Pemuda Desa Bersatu Indonesia (APDESU) memastikan akan kembali turun ke jalan melalui aksi unjuk rasa jilid III.
Usai menggelar aksi kedua di depan Kantor Kejaksaan Negeri Batu Bara, Senin (23/2/2026), perwakilan massa langsung bergerak menuju Mapolres Batu Bara untuk menyampaikan surat pemberitahuan aksi lanjutan.
Ketua APDESU, Abdilah Tarigan, SH, bersama sejumlah anggota mendatangi ruang Satuan Intelkam Polres Batu Bara untuk menyerahkan dokumen resmi rencana demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026.
“Aksi ini tidak akan berhenti sampai dugaan persoalan Bimtek dan honorarium narasumber itu benar - benar diusut, kami akan terus mengawal sampai tuntas,” tegas Abdilah kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, laporan pemberitahuan aksi telah diterima pihak kepolisian dan pihaknya juga telah menandatangani pakta integritas sebagai komitmen menjaga aksi tetap damai.
Namun di balik itu, APDESU menegaskan aksi terhadap aparat penegak hukum akan terus dilakukan, mendesak Kejaksaan Negeri Batu Bara segera bergerak memanggil dan memeriksa sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Mulai dari Kepala Dinas Koperasi UKM, penyedia event organizer (EO), peserta kegiatan, hingga narasumber yang menerima honorarium.
Kasus yang disorot berkaitan dengan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di lingkungan Dinas Koperasi UKM Batu Bara yang menggunakan anggaran APBD tahun 2025 dengan nilai disebut - sebut mencapai sekitar Rp.4,5 miliar.
APDESU menilai penggunaan anggaran sebesar itu harus dibuka secara transparan kepada publik.
“Itu uang rakyat, kami ingin semuanya jelas dan aparat penegak hukum tidak tutup mata,” ujar Abdilah.
Meski keras dalam tuntutan, ia tetap mengapresiasi sikap Polres Batu Bara, khususnya Satintelkam, yang dinilai kooperatif dan humanis dalam mengawal aksi - aksi sebelumnya.
Dengan rencana aksi jilid III yang sudah dilaporkan secara resmi, APDESU memastikan tekanan publik terhadap dugaan kasus tersebut belum akan berhenti dalam waktu dekat. (Red).














0 Komentar