Humbahas, Ucup News.com
Komitmen PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam mendukung pemulihan pascabencana kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan rehabilitasi rumah ibadah yang terdampak banjir di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), yang sebelumnya melakukan pendataan serta koordinasi dengan gereja - gereja terdampak, secara simbolis, bantuan diserahkan kepada Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat.
Tiga gereja yang menerima bantuan yakni HKBP Panggunggungan, HKI Jagapayung, dan GKLI Bantoon, yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Inalum terhadap masyarakat di daerahnya, ia menilai, bantuan tersebut menjadi bukti nyata hadirnya sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menghadapi dampak bencana.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Inalum, bantuan ini sangat berarti dalam mempercepat pemulihan, khususnya bagi fasilitas keagamaan,” ujarnya, Kamis, (12/3/2026).
Perwakilan penerima bantuan, Pendeta HKI Jagapayung, Pdt. Timbul Barita Sitorus, juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan, menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya membantu perbaikan fisik bangunan gereja, tetapi juga memulihkan semangat jemaat dalam beribadah.
“Kami sangat berterima kasih, bantuan ini akan dimanfaatkan sebaik - baiknya untuk memperbaiki gereja dan mendukung kenyamanan jemaat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Departemen CSR Inalum, Zainuddin Iqbal Sidabutar, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendampingi masyarakat, khususnya di wilayah operasional.
“Kami turut prihatin atas musibah ini, Inalum berkomitmen hadir tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses rehabilitasi, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan,” ujarnya.
Diketahui, banjir bandang yang terjadi pada November 2025 dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap serta longsor di sejumlah titik, bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, merusak rumah warga, serta fasilitas umum termasuk rumah ibadah.
Inalum berharap aktivitas keagamaan masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah proses pemulihan pascabencana. (Suf).














0 Komentar