Header Ads Widget 728X90


Danrem 002 Pantai Timur Resmikan Renovasi Panti Asuhan di Batu Bara, Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Yatim

Danrem 002/Pantai Timur, Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, meresmikan hasil rehabilitasi Panti Asuhan ATH Thohiriyah di Desa Nanasiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.

Batu Bara, Ucup News.com

Danrem 002/Pantai Timur, Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, meresmikan hasil rehabilitasi Panti Asuhan ATH Thohiriyah di Desa Nanasiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita bersama Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf. Edy S, sebagai simbol selesainya program Karya Bakti TNI yang telah berlangsung sejak awal April 2026.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya anak - anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf. Edy S menyampaikan bahwa rehabilitasi panti asuhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Anak - anak panti asuhan memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita - cita, karena itu, mereka berhak mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman," ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan dengan capaian 100 %, Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan kamar mandi dan MCK, perbaikan plafon bangunan, pengecatan, pemasangan paving block, pelesteran aula, pemasangan keramik dapur, hingga rehabilitasi akses jalan menuju mushola.

Menurutnya, keberhasilan program itu tidak terlepas dari kolaborasi dan semangat gotong royong antara TNI, masyarakat, serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan.

Sementara itu, Danrem 002/Pantai Timur Kolonel Inf. Sandi Kamidianto menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak - anak panti asuhan harus menjadi prioritas utama.

Ia mengatakan, warisan terbaik yang dapat diberikan kepada generasi muda bukanlah kekayaan, melainkan pendidikan yang mampu membuka peluang masa depan yang lebih baik.

"Fasilitas yang baik memang penting, tetapi pendidikan tetap menjadi fondasi utama, anak - anak panti asuhan memiliki mimpi yang sama dengan anak - anak lainnya dan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih cita - cita," katanya.

Danrem juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus peduli terhadap keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yatim, menurutnya, membantu panti asuhan merupakan bentuk amal jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan dalam jangka panjang.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Batu Bara diwakili Kepala Dinas Sosial, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI dalam membantu lembaga kesejahteraan sosial di daerah tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu melalui berbagai program sosial. 

Namun, masih diperlukan dukungan lintas sektor mengingat angka kemiskinan di Kabupaten Batu Bara masih tergolong tinggi, selain itu, Mulyadi juga memperkenalkan sejumlah program pemerintah pusat yang akan hadir di Batu Bara, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Kampung Nelayan, yang diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Panti Asuhan ATH Thohiriyah, Muhammad Hafis mengapresiasi kepedulian TNI yang telah mendukung renovasi panti asuhan sejak awal hingga selesai.

Menurut Hafis, yayasan yang berdiri pada 2011 tersebut saat ini membina 27 santri yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Aceh dan Sibolga. Selain pendidikan agama, para santri juga mendapatkan pendidikan formal sebagai bekal menghadapi masa depan.

Meski fasilitas panti kini jauh lebih baik, pihak yayasan masih memiliki sejumlah kebutuhan, di antaranya kendaraan operasional untuk mengantar santri ke sekolah dan pembangunan sarana olahraga yang lebih representatif.

"Semoga kepedulian yang diberikan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi membantu anak-anak panti asuhan dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat," ujar Hafis.

Peresmian rehabilitasi Panti Asuhan ATH Thohiriyah menjadi simbol kuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi anak - anak yatim, sekaligus membuka harapan baru bagi masa depan mereka. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar