Header Ads Widget 728X90


Diburu Sejak April, Kema Akhirnya Kandas di Tangan Polisi

Pelarian MS alias Kema akhirnya kandas setelah diburu sejak April, Pria 44 tahun tersebut dibekuk Unit Reskrim Polsek Bandar Huluan setelah diduga menjadi otak pencurian di rumah seorang guru di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun.

Simalungun, Ucup News.com

Pelarian MS alias Kema akhirnya kandas setelah diburu sejak April, Pria 44 tahun tersebut dibekuk Unit Reskrim Polsek Bandar Huluan (Polisi) setelah diduga menjadi otak pencurian di rumah seorang guru di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun.

Penangkapan dilakukan pada Kamis dini hari (21/5/2026) sekitar pukul 02.00 Wib di kawasan Perumahan Lestari Huta I Nagori Bandar Tinggi, Polisi bergerak cepat setelah mengantongi identitas pelaku dari hasil penyelidikan intensif selama beberapa pekan.

Kasus tersebut bermula dari laporan korban bernama Sulistio, seorang guru yang tinggal di Huta IX Nagori Bandar Tinggi, dimana, rumah korban dibobol maling pada Senin pagi, 6 April 2026, saat dirinya baru pulang mengantar istrinya bekerja.

Korban terkejut ketika mendapati pintu belakang rumah telah terbuka dengan kondisi gagang kunci rusak diduga dicongkel paksa, saat memeriksa isi rumah, sejumlah barang berharga telah raib.

Tak tanggung - tanggung, pelaku menggondol lima sak pupuk urea, baterai mobil merek Furukawa Battery Hybrid, mesin aerator kolam merek Resun LP 200 hingga empat ekor burung Murai Batu peliharaan korban.

Total kerugian ditaksir mencapai Rp.8,9 juta,
laporan korban kemudian ditindaklanjuti Polsek Bandar Huluan melalui serangkaian penyelidikan, Kanit Reskrim IPDA Amri Jhonson Sitanggang SH bersama tim opsnal turun langsung melakukan olah TKP, memburu jejak pelaku dan menggali informasi dari warga.

Kerja senyap polisi akhirnya membuahkan hasil, identitas Kema berhasil dikantongi, tim opsnal kemudian melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil diringkus tanpa berkutik.

Penangkapan itu sekaligus mengakhiri pelarian pelaku yang sempat membuat warga sekitar resah akibat maraknya aksi pencurian di wilayah Bandar Masilam.

Kini Kema harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, Polisi juga masih memburu kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang ikut terlibat dalam aksi pembobolan rumah tersebut.

Namun demikian, korban Sulistio berharap pengungkapan kasus tidak berhenti hanya pada penangkapan Kema semata, ia meyakini masih ada pihak lain yang ikut terlibat dalam jaringan pencurian tersebut.

“Harapan kami bukan hanya Kema saja yang diamankan, karena diduga masih ada pelaku lain, termasuk rumah tempat menyimpan barang bukti dan penjual hasil curian atau penadahnya juga harus diungkap,” ujar Sulistio, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, aksi pencurian di wilayah Bandar Masilam diduga dilakukan secara terorganisir dan terjadi berulang kali, tidak hanya rumah warga yang menjadi sasaran, hasil kebun milik petani juga kerap hilang.

“Sudah sangat meresahkan masyarakat, kami berharap aparat benar - benar memberi efek jera kepada pelaku pencurian agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman,” katanya.

Warga kini berharap pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan pencurian yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah Bandar Masilam dan sekitarnya. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar