![]() |
| Organisasi yang menaungi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari seluruh penjuru tanah air itu resmi mencatat sejarah baru dengan menembus angka 100 ribu anggota. |
Jakarta, Ucup News.com
Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum istimewa bagi Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS). Organisasi yang menaungi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari seluruh penjuru tanah air itu resmi mencatat sejarah baru dengan menembus angka 100 ribu anggota.
Capaian tersebut bukan sekadar statistik organisasi. Di balik angka fantastis itu, tersimpan semangat gotong royong, pengabdian, dan komitmen ribuan anggota BPD yang terus bergerak mengawal pembangunan desa sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU., menegaskan bahwa keberhasilan menghimpun 100 ribu anggota menjadi bukti semakin kuatnya posisi dan peran BPD dalam pembangunan nasional yang dimulai dari desa.
“Ini bukan hanya tentang jumlah anggota. Ini adalah representasi semangat kebersamaan, pengabdian, dan tekad untuk membangun desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, kami ingin menegaskan bahwa nilai persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus terus hidup dalam setiap proses pembangunan desa,” ujar Indra Utama.
Menurutnya, pertumbuhan anggota ABPEDNAS yang terus meningkat menunjukkan semakin tingginya kesadaran para anggota BPD untuk terlibat aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, S.E., menegaskan bahwa organisasi tidak akan berhenti hanya pada pencapaian jumlah anggota. Ke depan, ABPEDNAS akan fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Langkah tersebut dinilai penting agar anggota BPD semakin profesional dalam menjalankan fungsi pengawasan, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah hingga ke pelosok desa.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., LL.M., memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran organisasi yang telah bekerja keras membesarkan ABPEDNAS hingga menjadi salah satu organisasi desa terbesar di Indonesia.
DPP ABPEDNAS juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembina, pengawas, pengurus, anggota, dan mitra strategis yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi hingga mencapai tonggak bersejarah tersebut.
Dengan mengusung semangat Pancasila, ABPEDNAS menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa, mendorong pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel, serta mengawal terciptanya desa-desa yang maju, berdaya saing, dan bebas dari praktik korupsi.
Pencapaian 100 ribu anggota ini menjadi bukti bahwa kekuatan desa terus tumbuh. Dari desa, semangat persatuan dirawat, pembangunan digerakkan, dan masa depan Indonesia diperkuat.
"Perjuangan masih panjang, namun langkah besar telah dimulai. Bersama, kita terus menguatkan peran BPD, menjaga desa, dan mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, serta sejahtera," demikian pernyataan DPP ABPEDNAS, Selasa (2/6/2026).
Muhammad Fadhli














0 Komentar