Header Ads Widget 728X90


Ketum FUMAS Soroti Sikap Bupati Batu Bara yang Dinilai Anti Kritik : Jadikan Masukan Masyarakat Sebagai Bahan Evaluasi dan Motivasi

Ketua Umum Forum Ukhuwah Mahasiswa Sumatera (FUMAS), Abdul Halim Hutabarat, S.Pd. (Photo Kanan)

Jakarta,  Ucup News.com

Sikap Bupati Batu Bara yang dinilai kurang terbuka terhadap kritik masyarakat kembali menjadi sorotan, kali ini, kritik datang dari Ketua Umum (Ketum) Forum Ukhuwah Mahasiswa Sumatera (FUMAS), Abdul Halim Hutabarat, S.Pd., yang menilai seorang pemimpin daerah semestinya menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.

Sebagai putra daerah Kabupaten Batu Bara, Abdul Halim mengaku prihatin apabila masih ada pejabat publik yang menunjukkan ketidaksenangan terhadap kritik yang disampaikan masyarakat, menurutnya, dalam kehidupan demokrasi, kritik merupakan bentuk kepedulian warga terhadap daerah dan bukan sesuatu yang harus dihindari.

"Kritik itu bukan ancaman, justru kritik adalah bentuk dukungan masyarakat yang menginginkan daerahnya lebih baik, seorang pemimpin harus mampu menerima masukan dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai energi untuk melakukan perbaikan," ujar Abdul Halim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ia menegaskan bahwa jabatan kepala daerah merupakan amanah rakyat yang melekat dengan tanggung jawab besar, termasuk kesiapan menerima kritik, saran, maupun pengawasan dari masyarakat.

Menurut Abdul Halim, sikap anti kritik hanya akan menciptakan jarak antara pemimpin dan rakyat, padahal, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah.

"Jika pemimpin menutup telinga terhadap kritik, maka ia berisiko kehilangan informasi tentang kondisi nyata yang dirasakan masyarakat, padahal, kritik sering kali lahir dari persoalan yang memang membutuhkan perhatian pemerintah," katanya.

Selain itu, Abdul Halim juga menyoroti pentingnya peran media massa sebagai sarana kontrol sosial dan penyambung aspirasi masyarakat, ia menilai media memiliki fungsi strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada koridor kepentingan publik.

"Media adalah mitra demokrasi, melalui media, masyarakat menyampaikan keluhan, harapan, dan kritik, Pemerintah seharusnya melihat hal itu sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat, bukan sebagai serangan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara dapat lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi berbagai kritik yang berkembang di tengah masyarakat, menurutnya, pemimpin yang besar bukanlah pemimpin yang bebas dari kritik, melainkan pemimpin yang mampu menjadikan kritik sebagai bahan introspeksi untuk menghadirkan perubahan.

Di akhir pernyataannya, Abdul Halim menegaskan bahwa FUMAS akan terus mengawal berbagai kebijakan publik demi mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat Batu Bara.

"Semakin terbuka seorang pemimpin terhadap kritik, semakin besar peluang terciptanya pemerintahan yang baik dan dipercaya rakyat," pungkasnya.
(Red)

Posting Komentar

0 Komentar