Header Ads Widget 728X90


Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Resmi Dilantik, Perkuat Peran Adat di Tengah Arus Modernisasi

Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara resmi dilantik dalam prosesi adat dalam memperkuat adat di tenggah arus modernisasi, di Pantai Jono Kuala Tanjung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Batu Bara, Ucup News.com

Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara resmi dilantik dalam prosesi adat dalam memperkuat adat di tenggah arus modernisasi, di Pantai Jono Kuala Tanjung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026). 

Pelantikan tersebut menandai babak baru penguatan kelembagaan adat Melayu sekaligus upaya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Acara tersebut yang berlangsung dengan khidmat dan dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, tokoh adat, tokoh budaya, hingga perwakilan luar negeri, Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan diwakili Kabag Ops Polres Batu Bara Kompol Zulham.

Selain itu, turut serta perwakilan Direktorat Jenderal Kementerian Pariwisata Sukron Edi, Sultan Langkat Tuanku Sultan Ariefanda Aziz Abdul Djalil Rahmad Shah, perwakilan Konsulat Malaysia Mohamad Ridzuan, Asisten III Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Muhammad Suib, serta unsur Forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat Melayu.

Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dibentuk sebagai payung besar yang menaungi sembilan kedatukan Melayu di Kabupaten Batu Bara, yakni Kedatukan Lima Puluh, Pesisir, Lima Laras, Bogak, Tanjung Kasau, Sipare-pare, Pagurawan, Tanjung Limau Purut, dan Tanah Datar.

Pembentukan majelis tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga adat sekaligus memastikan nilai - nilai budaya Melayu tetap hidup dan relevan di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al - Qur’an, dilanjutkan sambutan panitia, prosesi pemasyuran, ritual tepung tawar sebagai simbol doa dan keberkahan, pelantikan pengurus, serta sambutan dari sejumlah tokoh adat.

Kegiatan tersebut diramaikan dengan makan bejambah dan pertunjukan seni budaya Melayu yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat setempat.

Ketua Terpilih Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara, OK Khairul Amri bergelar Dato' Setiawangsa II, menegaskan komitmennya untuk menjadikan majelis sebagai wadah pemersatu seluruh pemangku adat Melayu di Batu Bara. 

Menurutnya, keberadaan majelis tidak hanya berfungsi menjaga tradisi, tetapi juga berperan dalam mendukung pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Raisha Ramadhan menyebutkan bahwa pembentukan majelis merupakan upaya memperkuat eksistensi lembaga adat yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat Melayu Batu Bara.

"Majelis ini diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh kedatukan Melayu sekaligus sarana untuk menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," ujarnya.

Pelantikan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya Melayu sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar