Batu Bara, Ucup News.com
Komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mencegah penyebaran penyakit menular terus diperkuat, salah satunya melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas agar mampu mendeteksi dan mengendalikan penyakit berbasis vektor secara cepat dan tepat.
Langkah tersebut diwujudkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Batu Bara dengan menggelar Pelatihan Surveilans dan Pengendalian Vektor serta Binatang Pembawa Penyakit bekerja sama dengan UPT Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Pelatihan yang diikuti entomolog kesehatan dari seluruh puskesmas di Kabupaten Batu Bara itu dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Batu Bara, Dedi SP Siagian, SKM., M.Kes.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ancaman penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan filariasis masih memerlukan perhatian serius karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Petugas kesehatan di puskesmas merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan surveilans dan pengendalian vektor, karena itu, peningkatan kompetensi mereka menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pencegahan penyakit di daerah," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik surveilans, identifikasi vektor, pemetaan wilayah berisiko, hingga strategi pengendalian yang efektif sesuai kondisi lapangan, materi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara optimal di masing-masing wilayah kerja puskesmas.
Melalui kegiatan itu, Dinkes PPKB Kabupaten Batu Bara berharap kemampuan petugas kesehatan semakin meningkat sehingga upaya pengendalian vektor dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu menekan angka kejadian penyakit menular.
Dengan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Batu Bara optimistis kualitas pelayanan kesehatan masyarakat akan terus meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman penyakit berbasis vektor. (Red).














0 Komentar