Batu Bara, Ucup News.com
Pengurus Daerah (PD) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kabupaten Batu Bara menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Pendidikan yang akan menerapkan Uji Kompetensi dan Fit and Proper Test bagi calon kepala sekolah dengan melibatkan Dewan Pendidikan Kabupaten Batu Bara, oleh karenanya, nilai jadi langkah perbaikan pendidikan.
Wakil Ketua I PD GPA Batu Bara, Harya Wardana, menilai kebijakan tersebut merupakan terobosan yang patut diapresiasi karena diyakini mampu menciptakan sistem seleksi kepala sekolah yang lebih transparan, objektif, dan berbasis kompetensi.
Menurutnya, kepala sekolah merupakan figur strategis yang menentukan arah kebijakan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah, oleh karena itu, proses penunjukan kepala sekolah harus mengutamakan kapasitas, integritas, dan kemampuan kepemimpinan.
"Kami mendukung penuh pelaksanaan Uji Kompetensi dan Fit and Proper Test, ini merupakan langkah maju dalam menghadirkan kepala sekolah yang benar - benar memiliki kualitas dan layak memimpin satuan pendidikan," kata Harya Wardana, Kamis (16/7/2026).
Ia mengatakan, mekanisme seleksi yang dilakukan secara terbuka akan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap calon untuk menunjukkan kemampuan akademik, manajerial, serta visi dalam memajukan sekolah.
Selain itu, Harya menilai pelibatan Dewan Pendidikan menjadi faktor penting dalam menjaga independensi proses seleksi, kehadiran lembaga tersebut dinilai dapat memperkuat pengawasan sehingga hasil seleksi benar - benar didasarkan pada kompetensi, bukan pertimbangan di luar kapasitas calon.
"Peran Dewan Pendidikan sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah agar proses seleksi berjalan profesional, akuntabel, dan menghasilkan pemimpin pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti pada proses seleksi semata, tetapi mampu menjadi titik awal reformasi tata kelola pendidikan di Kabupaten Batu Bara.
Kepala sekolah yang terpilih nantinya diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, membangun budaya sekolah yang sehat, serta menjalin sinergi dengan guru, orang tua, dan masyarakat.
Menurut Harya, peningkatan kualitas kepemimpinan di sekolah akan berdampak langsung terhadap mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.
"Pada akhirnya, seluruh kebijakan di bidang pendidikan harus bermuara pada kepentingan peserta didik, kami berharap langkah ini melahirkan kepala sekolah yang profesional, berintegritas, inovatif, dan mampu membawa pendidikan Kabupaten Batu Bara semakin maju," tutupnya. (Red).














0 Komentar