Header Ads Widget 728X90


Aktivis Medang Deras Soroti Proyek Miliaran, Kualitas Turap Pangkalan Dodek Baru Dipertanyakan

Proyek pembangunan turap dan lening di Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras.

Batu Bara, Ucup News.com

Proyek pembangunan turap dan lening di Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa, kualitas pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran publik tersebut dipertanyakan dan dinilai perlu segera diperiksa secara teknis.

Aktivis mahasiswa Medang Deras, Mhd. Rizki Akbar, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD Bina Marga dan Cipta Tanjung Balai maupun Dinas PUTR Kabupaten  Bara turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi fisik turap dan lening.

Menurut Rizki, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan konstruksi yang berlaku.

“Kami meminta Dinas PUTR atau UPTD Bina Marga dan Cipta Tanjung Balai jangan tutup mata, turap dan lening ini menyangkut kepentingan masyarakat, kalau memang sesuai spesifikasi dan SOP, buktikan secara terbuka kepada publik,” ujar Rizki kepada Ucupnews.com, Kamis (13/8/2026).

Rizki juga mendesak pihak terkait membuka informasi mengenai proyek tersebut kepada masyarakat, termasuk nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, serta dokumen pengujian mutu material dan konstruksi.

Ia menilai pemeriksaan teknis penting dilakukan sejak dini untuk memastikan bangunan mampu menjalankan fungsinya, terutama dalam menghadapi debit air tinggi dan kondisi cuaca ekstrem.

“Jangan sampai setelah terjadi kerusakan atau bahkan menimbulkan korban, baru dilakukan pemeriksaan, Pemerintah harus memastikan kualitas pekerjaan sejak awal,” tegasnya.

Selain pemeriksaan oleh instansi teknis, Rizki mendorong dilakukan pengujian secara independen terhadap material dan konstruksi di seluruh lokasi pekerjaan. 

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kualitas bangunan sekaligus mencegah munculnya dugaan yang tidak berdasar.

Ia menegaskan mahasiswa bersama masyarakat akan terus mengawal persoalan tersebut, jika tidak ada tindak lanjut maupun keterbukaan dari pihak terkait, pihaknya mempertimbangkan menyampaikan aspirasi kepada instansi pengawasan yang berwenang.

“Kami tidak sedang mencari kesalahan siapa pun, kami hanya ingin pembangunan yang menggunakan uang rakyat benar - benar berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUTR maupun UPTD Bina Marga dan Cipta Tanjung Balai belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut diatas. (Suf).

Posting Komentar

0 Komentar