Batu Bara, Ucup News.com
Ketua Pengurus Daerah (PD) Al Washliyah Kabupaten Batu Bara, H. Al Asari, mengecam keras dugaan adanya challenge hafalan Surat Ad-Dhuha yang dikaitkan dengan pemberian minuman keras dalam rangkaian acara The Sound Project yang belakangan viral di media sosial.
H. Al Asari menilai, apabila kejadian tersebut benar sebagaimana terlihat dalam video yang beredar, tindakan tersebut sangat tidak pantas dan dinilai telah mencederai kesucian serta kehormatan Al-Qur'an.
“Kami dari PD Al Washliyah Batu Bara mengecam keras tindakan yang menjadikan hafalan ayat Al-Qur'an sebagai sebuah permainan atau tantangan yang hadiahnya minuman keras, Al-Qur'an adalah Kalamullah yang wajib dimuliakan, jangan pernah menjadikan ayat-ayat suci sebagai bahan sensasi, hiburan, apalagi dikaitkan dengan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai agama,” tegas H. Al Asari.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak sepatutnya dianggap hanya sebagai candaan atau bagian dari strategi hiburan, jika terbukti dilakukan secara sengaja dan melibatkan penyelenggara, event organizer (EO), pengisi acara, MC maupun pihak lainnya, ia meminta seluruh fakta serta pihak yang bertanggung jawab diperiksa secara menyeluruh.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara serius, memeriksa pihak penyelenggara, EO, pemilik atau pihak yang menyediakan hadiah, MC, serta semua pihak yang terbukti terlibat, jika dari hasil penyelidikan ditemukan unsur pelanggaran hukum, kami meminta agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan diberikan sanksi yang tegas,” ujarnya. Rabu (12/8/2026).
Ia menegaskan, kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan penghormatan terhadap agama dan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai - nilai keagamaan.
“Jangan sampai demi viral, demi promosi, atau demi keuntungan komersial, kesucian Al-Qur'an dikorbankan, ini bukan persoalan kecil, kita harus memberikan pesan yang jelas bahwa agama dan kitab suci bukan bahan permainan,” sambungnya.
H. Al Asari juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, menurutnya, kemarahan masyarakat harus disalurkan melalui jalur hukum dan mekanisme yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang, tetapi kami juga meminta aparat jangan menganggap persoalan ini sepele, seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum,” tegasnya.
Ia berharap persoalan tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh penyelenggara kegiatan dan pelaku industri hiburan agar lebih berhati - hati serta senantiasa menghormati nilai agama, budaya, dan norma yang hidup di tengah masyarakat.
“Jangan ulangi lagi, Al-Qur'an harus ditempatkan pada tempat yang mulia, jangan pernah menjadikan ayat suci sebagai alat untuk mendapatkan popularitas ataupun keuntungan,” pungkas H. Al Asari. (Red).














0 Komentar