Header Ads Widget 728X90


Sampai Kapan Nyawa Dipertaruhkan? Kereta Api Blambangan Tabrak Warga di Lalang

Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Blambangan kembali terjadi di wilayah perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun Masjid, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Batu Bara, Ucup News.com

Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Blambangan kembali terjadi di wilayah perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun Masjid, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, sekitar pukul 10.21 WIB, Senin (17/8/2026).

Kereta Api Blambangan yang membawa penumpang melaju dari arah Kuala Tanjung menuju Bandar Tinggi dan dilaporkan menabrak seorang warga yang berada di sekitar perlintasan tersebut.

Korban diketahui bernama Butet, warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, usai kejadian, masyarakat sekitar langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah duka.

Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan warga yang setiap hari melintasi jalur kereta api tersebut, pasalnya, hingga kini perlintasan sebidang itu disebut belum dilengkapi palang pintu maupun fasilitas pengamanan yang memadai.

Masyarakat mempertanyakan, sampai kapan keselamatan dan nyawa warga harus dipertaruhkan di perlintasan tersebut?, Keberadaan perlintasan sebidang tanpa palang pintu dinilai menjadi persoalan serius, terlebih aktivitas kereta api di jalur tersebut cukup tinggi, minimnya fasilitas keselamatan membuat pengguna jalan harus mengandalkan kewaspadaan masing - masing ketika hendak melintasi rel.

Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk pengelola perkeretaapian, segera mengambil langkah nyata dengan melakukan evaluasi terhadap perlintasan tersebut. 

Pemasangan palang pintu, rambu - rambu, lampu peringatan, serta penjagaan pada jam - jam tertentu dinilai perlu dipertimbangkan untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang.

“Jangan sampai sudah ada korban baru kemudian dilakukan tindakan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” demikian kekhawatiran yang disampaikan warga di sekitar lokasi.

Masyarakat juga meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi perlintasan yang dinilai rawan tersebut, mereka berharap ada solusi permanen dan bukan sekadar penanganan setelah kecelakaan terjadi.

“Sampai kapan nyawa masyarakat dipertaruhkan? Apakah harus menunggu korban berikutnya baru palang pintu dipasang?”.

Pertanyaan tersebut kini menjadi sorotan warga Desa Lalang yang berharap perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar