![]() |
| Ketua Harian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara, Gusti Sinaga. |
Batu Bara, Ucup News.com
Ketua Harian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara, Gusti Sinaga mengecam keras dugaan tindakan intimidasi serta ucapan yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pahang, Kabupaten Batu Bara.
Kecaman tersebut disampaikan menyusul beredarnya pemberitaan di sejumlah media online mengenai dugaan sikap tidak profesional yang dilakukan oknum petugas keamanan SPPG terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.
Dalam pemberitaan tersebut, oknum petugas keamanan diduga melontarkan ucapan, “Mau cari uang rokok, banyak ceritanya.” Ucapan tersebut, apabila benar disampaikan sebagaimana diberitakan, dinilai tidak pantas dan berpotensi merendahkan martabat serta integritas profesi wartawan.
Terlebih, wartawan menjalankan tugasnya berdasarkan fungsi pers untuk mencari, memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ketua Harian SMSI Kabupaten Batu Bara, Gusti Sinaga menegaskan bahwa setiap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik semestinya diperlakukan secara profesional dan tidak dihadapkan pada tindakan maupun ucapan yang dapat mengarah pada intimidasi.
“Kalau aktivitas di dapur SPPG tersebut sudah berjalan sesuai aturan dan seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, tentu tidak ada alasan untuk khawatir dengan kehadiran wartawan, Wartawan hadir untuk memperoleh informasi dan menjalankan fungsi kontrol sosial,” tegasnya. Kamis (13/8/2026)
Menurutnya, kritik maupun pertanyaan dari wartawan seharusnya dijawab dengan data dan informasi yang terbuka, bukan dengan ucapan yang dapat menimbulkan kesan adanya upaya menghalangi atau menekan kerja jurnalistik.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan pelayanan publik agar memahami bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Tidak perlu alergi terhadap wartawan, jika memang pelaksanaan kegiatan sudah sesuai ketentuan, silakan berikan penjelasan secara terbuka, Pers bukan musuh, tetapi memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi sekaligus melakukan kontrol sosial,” ujarnya.
SMSI Kabupaten Batu Bara juga mendorong pihak pengelola SPPG untuk melakukan evaluasi internal terhadap dugaan sikap oknum petugas keamanan tersebut.
Hal itu penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan hubungan antara insan pers dengan penyelenggara pelayanan publik tetap berjalan secara profesional.
Di sisi lain, SMSI mengimbau para wartawan agar tetap menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik, mengedepankan sikap profesional, menghormati aturan yang berlaku di lokasi peliputan, serta melakukan konfirmasi kepada pihak terkait sebelum berita diterbitkan.
“Pers memiliki kebebasan dalam menjalankan tugas, tetapi kebebasan itu tetap harus disertai tanggung jawab dan berpedoman pada kode etik jurnalistik, begitu juga pihak yang menjadi objek pemberitaan, harus menghormati kerja pers dan memberikan ruang untuk memperoleh informasi secara proporsional,” pungkasnya.
SMSI Kabupaten Batu Bara berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijak melalui komunikasi dan klarifikasi antara pihak wartawan dengan pengelola SPPG, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. (Red).














0 Komentar