Batu Bara, Ucup News.com
Pelaksanaan proyek revitalisasi di Yayasan Pendidikan (YAPI) Sipare - pare, Indrapura, Kabupaten Batu Bara, kembali menjadi sorotan, kali ini, perhatian tertuju pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), setelah sejumlah pekerja di lokasi proyek terlihat diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap.
Pantauan wartawan di lokasi, menunjukkan aktivitas pekerjaan konstruksi berlangsung, sementara sebagian pekerja terlihat bekerja tanpa perlengkapan keselamatan yang semestinya digunakan sesuai dengan potensi risiko pekerjaan.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan penerapan standar K3 dilakukan dalam proyek revitalisasi tersebut.
Padahal, pekerjaan konstruksi memiliki sejumlah risiko kecelakaan, khususnya ketika pekerja beraktivitas di area pembangunan yang terdapat material bangunan, peralatan kerja, maupun pekerjaan pada bagian yang memiliki potensi bahaya.
Penggunaan APD seperti helm keselamatan, sepatu keselamatan, sarung tangan, rompi keselamatan, hingga perlengkapan pelindung lainnya bukan sekadar formalitas.
APD merupakan salah satu bagian dari upaya pengendalian risiko untuk melindungi pekerja dari potensi kecelakaan maupun gangguan kesehatan akibat pekerjaan.
Tokoh dari Buruh, Bang Deef menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek.
“Keselamatan pekerja tidak boleh dianggap sepele, kalau memang di lapangan ada pekerja yang tidak menggunakan APD sesuai kebutuhan pekerjaannya, tentu harus menjadi perhatian dan segera dilakukan evaluasi,” ungkap Bang Deef, Selasa (27/7/2026).
![]() |
| Aktivitas pekerja menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan penerapan standar K3 dilakukan dalam proyek revitalisasi tersebut. |
Menurutnya, penerapan K3 harus dimulai sejak pekerjaan dilaksanakan, bukan setelah terjadi kecelakaan.
“Jangan sampai keselamatan baru menjadi perhatian setelah ada korban, pengawasan terhadap penggunaan APD harus dilakukan secara rutin, pihak pelaksana maupun penanggung jawab pekerjaan harus memastikan pekerja memahami dan menjalankan prosedur keselamatan,” tegasnya.
Ia menyebut, kecelakaan kerja dapat menimbulkan dampak panjang, bukan hanya terhadap pekerja dan keluarganya, tetapi juga terhadap keberlangsungan pekerjaan serta pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.
“Ketika kecelakaan terjadi, dampaknya bukan hanya kepada pekerja, ada pekerjaan yang bisa terganggu, ada kerugian yang mungkin timbul, dan yang paling penting adalah keselamatan manusia, karena itu, K3 harus ditempatkan sebagai prioritas,” ujarnya.
Pertanyakan Pengawasan di Lokasi Proyek
Sorotan terhadap penggunaan APD tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan di lapangan.
Apakah pekerja telah diberikan APD sesuai jenis pekerjaan? Apakah terdapat pengawas K3 yang memastikan perlengkapan tersebut digunakan? dan sejauh mana pihak pelaksana melakukan evaluasi terhadap potensi risiko kecelakaan selama proyek berlangsung? Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab agar penerapan K3 dalam proyek revitalisasi YAPI Sipare - pare tidak hanya sebatas ketentuan di atas kertas, tetapi benar - benar diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari - hari.
Apalagi, proyek pembangunan yang berada di lingkungan pendidikan semestinya juga memperhatikan faktor keselamatan lingkungan sekitar, area pekerjaan perlu ditata sedemikian rupa agar aktivitas konstruksi tidak menimbulkan risiko bagi pekerja maupun masyarakat, termasuk warga sekolah apabila kegiatan pendidikan masih berlangsung.
Kepala Sekolah Belum Berikan Tanggapan
Sementara itu, Kepala Sekolah YAPI Sipare - pare ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp terkait temuan pekerja yang diduga tidak menggunakan APD K3 secara lengkap, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.
Pihak pengelola YAPI maupun pelaksana proyek masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi terkait penerapan K3, termasuk mengenai pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan keselamatan kerja di lokasi. (Ikhw@n).















0 Komentar